Langsung ke konten utama

Postingan

TEMAN YANG SAMA

“Duh, kolot banget pikiran dan prinsip hidupmu, Ndah!” Suka terngiang kalau orang-orang akan menghujat aku seperti itu. Gimana tidak? Aku selalu membatasi diri untuk interaksi fisik ataupun komunikasi. Baik, yang baru pacaran, tunangan ataupun yang sudah menikah bahkan punya anak. Yaaah, walaupun dulu teman sepermainan. Kadang, sebagai perempuan juga harus sadar akan batasannya. Kenapa? Agak tidak ada yang tersakiti. Baik diri sendiri ataupun orang lain. Tapi, ada teman kuliah yang dari dulu tidak pernah berubah bahkan udah beranak istri. Becandanya, panggilannya, dan karakternya. Ya, berubah sedikit sih selera humornya. Sesuai statusnya. Canda^^ Dari sini aku sadar, sepertinya aku yang terlalu membuat tembok tinggi itu kepada sekitar karena tidak mau merasakan kecewa. Tapi, tanpa sadar aku (mungkin) yang sudah bikin mereka kecewa. Baik, dengan ini aku akan melonggarkan batasan itu dengan batas wajar. Tidak mungkin juga kan aku harus mendorong mereka jauh-jauh dari h...

HAPPY ANNIVERSARY TO YOU

Bulan sudah berganti, sekarang memasuki bulan maret. Aku sendiri pun sudah tidak menghitung ini sudah tahun ke berapa akan masa itu. Yah, memang gak mau terus diingat. Namun, bayangan itu selalu muncul tanpa pernah di notice. Baik, saat aku sedang merenung, ataupun berada dikeramaian. Untung saja, hingga saat ini aku tidak pernah dipertemukannya kembali secara langsung. Padahal, tempat tinggal kami tidak begitu jauh satu sama lainnya. ** Saat, memasuki awal Februari tahun ini. Hati ini sering bergemuruh, merasakan perang batin. Entah apa yang diributkan. Aku juga gak tau. Sampai pada hari di mana ulang tahunnya, aku pun bisa melewatkannya dengan baik-baik saja. Tapi selang satu minggu kemudian. Hati ini mulai gak karuan. Aku berangkat kerja dengan perasaan gelisah. Tak ada masalah di kantor maupun di rumah. Hingga akhirnya, aku jatuh dari motor karena menghindari kucing yang menyebrang. BRAAAAKKKK… Aku banting motor dan badan ku ke sisi kanan. Muka ku terser...

NYOBAIN - Round Lab Birch Juice Moisturizing

Annyeonghaseyo .. Sudah lama enggak nulis, jadi agak canggung dan kaku. Pertama kalinya, gue mau review salah satu skincare yang lagi gue pakai saat ini. Mungkin salah satu diantara kalian udah ada yang tau (?) Enggak tau juga sih, soalnya jarang lihat beauty vlogger review ini. Ini bukan skripsi yang harus pakai pengantar panjang dan resmi, okeii.. ** Kulit wajah gue ini termasuk oily skin, di mana yang mudah banget mantul kena cahaya. Baik itu lampu maupun matahari. Kalau kulit sehat pasti glowing dan enak dilihat saat kena cahaya. Nah, kalo kulit gue ini jadi agak (mianhae diriku) de-mek dan bukan gue doang yang risih tapi juga orang lain yang melihat gue. Kayak bolang, bocah ilang. Meskipun gue sudah pakai serangkaian yang diperlukan my skin, rasanya masih bersalah kayak ada yang kurang gitu. Yaps, gue enggak pakai moisturizer atau pelembab. Selama ini gue pikir, sunscreen aja cukup buat aktivitas di luar. Nyatanya, kulit gue jadi enggak sehat karena dehidrasi....

Record Of Youth Versi Covid-19

Minggu, 20 September 2020 Aku bangun tidur setelah melihat ilham ketika bulan ini achieve target setelah melakukan perubahan strategi untuk sales. Bukan karena saking mencintai pekerjaan sampai kebawa alam bawah sadar, tapi tiap hari selalu diinstruksikan, “kalau gak achieve siap-siap potong gaji ya” :( ** Sinar mentari pagi ini tidak secerah biasanya, ku bergegas keluar rumah. Ya, mataharinya sedang tidak bersemangat dan membuatku teringat dia dan teman-teman lainnya yang membutuhkan matahari tersebut untuk melawan virus dari wuhan. Meskipun ini bulan september, seperti kata orang tua bulan yang diakhiri -ber adalah musim hujan, ku harap jangan hujan dulu biarkan dia dan teman-teman lainya berjuang untuk sembuh. ** Record Of Youth Pada sewaktu nulis blog ini, bertepatan dengan drama Record Of Youth yang sedang on going . Kurang lebih ceritanya seperti yang aku rasain. Seorang perempuan yang mengagumi sosok laki-laki bukan karena pekerjaannya melainkan kepribadiannya. Ya, mengenal soso...

SEBOTOL COKELAT SUSU

Terngiang di telingaku kata-kata bos ku di kantor saat rapat kemarin lusa, “sebenarnya kita itu diciptakan sama dengan seluruh manusia lainnya, baik yang lulusan SMA, S1, sekolah negeri maupun luar negeri. Kapasitas otak kita sama, hanya saja yang membedakan tekad dan pengalaman”. Iya, memang benar. Maka dari itu, tiap kali melihat kawan lama yang sudah sukses di akun media sosialnya, semakin aku tidak percaya diri. Tapi bukan itu yang menjadi persoalan utamaku. Life quarter crisis masih aku jalani sambil nikmati untuk jadi pembelajaran diusia ku berikutnya. Sebenarnya, kalau aku mau saja menyiksa diriku lebih ambisius lagi, aku bisa memenuhi harapanku selama ini. Tapi, aku sadar bahwa hidup itu hanya sekali jadi aku menikmatinya sambil 3/4 dalam hidup menahan kemauan ku. *** Aku gak tau arah tulisan ini mengarah kemana, yang jelas aku hanya mau mengasah kemampuan menulisku sebelum ini menjadi tumpul. Malam itu, kawan lama ku meminta alamat rumahku. Entah buat apa,...

CORONA LAGI BIKIN KASMARAN (CLBK)

Awal mula corona masuk ke Indonesia, gak ada sedikit pun akan mengantisipasi seperti apa. Stuck aja gitu pikiran ini, gak tahu bahwa akan mengikis segi perekonomian seperti sekarang ini. Sempat bertanya ke ibu karena herannya, “Bu, dulu waktu krisis ekonomi tahun 98 kayak gini juga gak si?”. Ibu pun menjelaskan dengan lembut, “Nggak lah, dulu walaupun krisis ekonomi juga masih bisa pergi kemana-mana gak seperti sekarang ini”. Akhirnya, berawal dari coba-coba bantuin teman jualan, aku pun ketagihan. Iya, kecanduan malah. Tapi perlu digaris bawahi, aku mau jualan pas mood ku memang lagi enak. Kenapa? Karena akan mengaruh pada cara aku bersikap ke customer . Terlebih lagi,  issue corona ini bisa mencapai tiga bulan. Alhasil, ramadan dan lebaran kali ini tentunya berbeda dari biasanya. Oh iya, terkait kebijakan pemerintah yang menerapkan sistem work from home (WFH) sudah diberlakukan sebulan lamanya. Setelah bulan april nanti, gaji pun akan berkurang pendapatannya. Bagi yang WFH...

Dear, 2020

2020 kali ini aku awali tulisan ini dengan serentetan pikiran yang membuncah di kepala. Siapa si yang gak senang dengan tahun baru dan harapan-harapan baru? Tentunya aku senang dan antusias dong! Tahun ini aku harus bisa wisuda mengejar skripsi yang sudah terlalu lama molor dari masanya. Aku pilih kepala program study (kaprodi) sebagai dosen pembimbingku. Kenapa? Karena kata senior yang lebih dulu, sama beliau skripsi dalam waktu dua minggu pun bisa. Ajib! Setelah dijalani, beliau susah untuk mengatur jadwal temunya. Komunikasi pun juga jarang dibalas. Dulu pernah pas masih zamannya kelas biasa, jam 4 subuh nge-WA. Akhirnya, aku pun tenggelam dalam rutinitas kerja yang semakin over load. * Dulu, sewaktu atasan ku masih yang lama, kerjaan di divisiku tidak sampai bikin karyawan lembur. Wajar, karena dulu memang hanya fokus dalam 2 bisnis unit. Sedangkan sekarang? 4 bisnis unit! Kantor lokasinya pindah, dekat rumah mbah. Pulang sampai rumah selalu mataha...