Langsung ke konten utama

Postingan

BEBAS MACET IMPIAN WARGA JAKARTA

            Jakarta terdiri dari 7 huruf, 1 kata, 1 arti. MACET pun sudah menjadi maskot kota Jakarta. Ya, sejak lahir saya sudah dibesarkan di Ibukota metropolitan ini. Entah mengapa semakin kesini, tiap tahunnya semakin parah macetnya. Saya rindu, Ibukota sewaktu saya kecil dulu. Setelah saya pahami mengapa Jakarta bisa semakin membludak macetnya, ini bukan persoalan siapa yang salah, siapa yang harus memberantas. Tapi ini persoalan kita semua.             Tingkat kemacetan setiap tahunnya semakin diperparah karena presentase kendaraan yang setiap harinya semakin meningkat. Mengapa demikian? Warga Jakarta yang sudah dipenuhi rasa gengsi dan sifat indidualisme yang tinggi ini merupakan faktor utama penyebab kemacetan. Mereka gengsi untuk menggunakan transportasi massal yang sudah disediakan pemerintah. Mereka lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi yang dianggap cuku...

La Francais a Grande Vitesse

            Hallo ceman-cemin kuuuh, sudah lama tak bersua nih.. Bersuara maksudnya. Apa kabar nih kalian semua, semoga baik-baik saja yaaa. Aamiin.. Selama libur apa saja nih agenda kalian? Yang pasti anak rantauan pada pulang dong ke rumah tercintanya. Kalo aku syik sibuk banget. Menyibukan diri menaruh lamaran sana-sini, sama cari kegiatan event . Nah, event yang aku mau bocorin nih soal negara yang paling romantic gitu. Tau dong negara apa? Yaps, negara Prancisss..             La Francais a Grande Vitesse ini nama dari event tersebut. Arti dari namanya sih, berarti kereta tercepat di Prancis. Event yang berada di bawah naungan Universitas Negeri Jakarta ini merupakan acara tahunan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sastra Prancis. Nyesel sih kenapa tahun ini baru tau acara ini, padahal ini udah memasuki angkatan ke-13 (kalo gak salah sih hihihi). Mau tau kronologi acar...

SURAT DARI IBU UNTUKMU

Malam ini ibu tidur bersama ku. Saat ibu terlelap, aku pun masih asik berselancar di media sosial. Waktu menunjukan pukul 01:23 WIB. Aku melihat postingan teman ku bersama *sensor* aku pun jadi terbayang oleh wajahnya. Karena besok adalah hari pertama dan terakhir UAS di semester ini, aku pun segera tidur. Suara pam air terdengar, aku terbangun dari tidur. Ibuku sudah berada di dapur. Waktu menunjukan pukul 05:30 WIB dan akupun berlari ke kamar mandi karena waktu subuh sudah lewat. Omaygat ! Allah maafkan ku yang melalaikan perintah mu ini. “Ndah kamu ujian jam berapa?”, tanya ibuku. “Owh, ujian jam 3 sore bu. Ini mau belajar buka slide”, sahutku santai. Saat membuka slide, aku teringat sepertinya aku memimpikan seseorang. Yaa, orang itu yang semalam aku lihat di media sosial. Entah mengapa untuk kesekian kalinya ia harus hadir dalam mimpiku. Beberapa waktu terakhir, aku memang sering berbica sendiri. Seolah-olah aku berbica padanya. Tapi ia berwujudkan sebuah boneka...

DIAM KU ADALAH UNGKAPAN RASA SAYANG

Setiap manusia dilahirkan atas rasa cinta dan kasih sayang. Begitu pun cara orang tuaku merawat dan membesarkan ku sampai saat ini. Aku dilahirkan atas ikrar ibu dan ayah ku sewaktu dipelaminan dulu. Ayah yang datang menemui orang tua ibu untuk mendapat izin menikahi ibu ku. “Pria sejati akan datang menghampiri kami, bukan kamu ndah. Karena pria sejati tidak akan pergi membawa kamu tanpa seizin orang tuamu”, begitulah kata ibuku. Usia ku sudah memasuki tahapan remaja akhir dan dewasa awal. Usia yang sangat rawan bagi kedua orang tua ku. Ayah terlalu takut jika aku pulang larut malam bersama teman pria, terlebih jika ayah tidak mengenal sebelumnya. “Kamu boleh berteman dengan siapa saja, tapi ingat kodrat mu itu adalah perempuan. Pulang jangan larut malam, jika pulang terlambat tolong kabari orang rumah. Dimana pun kamu berada, sholatlah yang paling utama”, itulah pesan ayah yang selalu ku ingat sejak duduk dibangku sekolah. Saat ini aku sudah menduduki bangku kuliah, ...

Diam Lebih Baik

Sepi, sunyi, dan gelap. Hari-hari yang setiap saat ku lewati. Entah kapan keadaan ini akan berubah. Tak pernah terpikirkan untuk ku keluar dari zona tidak nyaman ini. Untuk apa ku beranjak jika akhirnya nanti akan lebih menyakitkan bukan? Mereka semua sama. Mereka semua semu! Kenapa? Kalian masih tanya kenapa?!! Lebih baik ku diam dari pada ku bicara untuk menjelaskannya tapi kalian tidak mengerti apa yang ku rasakan selama ini. Rumah yang seharusnya menjadi tempat nyaman untuk ku, tapi nyatanya tidak. Jika harus ada perbedaan satu dengan yang lain. Kampus yang seharusnya menjadi tempat ku menuntut ilmu, tapi nyatanya lebih mengerikan. Tapi hanya satu tempat ternyaman untuk ku, saat ku bersujud padamu di atas sajadah. Hati ini merintih, “Tuhan, bawalah aku ke pangkuan mu. Biarkan aku bersamamu. Izinkan aku menceritakan semua padamu!!” Senyum, canda dan tawa yang terpasang di wajah ini hanya topeng semata. Tak perlu kalian menyudutkan ku, kita semua sama bukan? Pasti buka...

DILEMA MAHASISWA

Selamat malam para jomblo-jomblo di Indonesiaaa! Kali ini gue mau ngepost tentang derita seputar mahasiswa. Yaps, derita ini bukan cuma gue dan temen-temen gue yang anak rantauan yang ngalami, pasti diantara kalian pernah mengalaminya juga kok. Senangnya mahasiswa itu kalo kelas dibatalin, ngga ada tugas, dan lain-lain. Deritanya mahasiswa itu kalo ada kuis dadakan, dosen kasih tugas segunung apalagi kalo tugas yang udah di kontrak kuliah di tambah sama tugas pribadi dari dosennya. Alamaak! Betapa tersiksanya kami. Mungkin yang udah kerjanya enaknya dia udah punya uang sendiri untuk biaya ngerjain ini itu. Nah, kalo yang pengangguran andalan keuangannya cuma mengharapkan gaji orang tua. Sewaktu jadi maba boleh lah minta uang buat ngerjain ini itu, orang tua belum berkomentar. Tapi setelah memasuki semester 3, duhhh bukan main deh. Banyak banget keluhannya. Gue sendiri ngeluh capek karena susah bagi waktu antara kuliah sama bantu nyokap dirumah. Ngeluh kantong kering jadi kere pa...

VIRUS MERAH JAMBU

Im come back guys!! Selamat pagi.. Yaps karena gue ngepostnya pagi nih setelah sahur lagi gabut sama tugas. Dilema mahasiswa ya begini. Tidur kurang dari 8 jam sehari, pola makan ngga teratur, tugas kuliah menumpuk (bukan karena malas atau gimana yaa tapi karena emang bagi waktunya susah). Apalagi sebagai cewe, tugas dirumah udah menanti tiap pulang ngampussss. Lo semua pasti tau slogan “disetiap kesulitan, selalu ada kemudahan”. Yaps, kalo gue mah disetiap tumpukan tugas pasti ada cinta. Ehh, tapi ngga selalu mulus-mulus aja kok. Kebanyakan makan pahitnya malah. Entah karena emang udah kelamaan jomblo atau gimana, gue juga ngga ngerti. Gue aja sampai lupa gimana rasanya pacaran. Ya karena dulu gue pacaran kayak anak SD. Jadian 2 hari putus, terus jadian seminggu putus juga. Bukan gue yang diputusin, tapi gue yang mutusin mereka. Ya karena buat apa, kok setelah jadian rasanya beda, kaku, canggung. Lebih nyaman jadi temen biasa. Sampai akhirnya setelah Negara api diserang angina to...