Langsung ke konten utama

Postingan

Ini Cerita ku, Mana Cerita mu

Semilir hembusan angin malam menemaniku. Cahaya bulan menemani bintang bersinar. Malam ini, ya hanya aku yang masih bertahan depan laptop. Seluruh orang rumah sudah terlelap. Tumpukan tugas tergambar jelas jika memasuki kamar ku. Kamar ini bagaikan gudang yang tak terawat. Entah mengapa akhir-akhir ini pola hidup ku jauh berubah. Setiap ayah memasuki kamar ku diatas jam 12 malam, pasti berkata, "astagfirullah anak gadis jam segini belum tidur, mau jadi apa kamu dan jangan bilang alasannya tugas tugas tugas yaah" Tapi ini kenyataannya, jadi mahasiswa itu tidak seenak yang dibayangkan, yang di filmkan di tv-tv. Sesungguhnya jadi mahasiswa itu sangatlah berat! Ya, beratnya bagaikan memikul dosa. Meski tidak terlihat namun menjalaninya sangatlah susah. Biar hidup ini ngga suram-suram banget. Terkadang kita perlu loh mencari penyemangat untuk menjalani hidup ini, Hihihihi tapi sayangnya teman-teman di kampus udah klop banget. Mereka itu bagaikan suplement makanan. Kalo s...

Cucu Ulama Vs Anak Pendeta

            Malam ini mungkin bisa jadi malam yang kesekian ratus kali aku memikirkan hal yang sama. Hal yang tidak akan ada jalan keluarnya. Aku masih mempertanyakan jika Tuhan memang satu, mengapa ada berbagai macam agama? Mengapa kami di bedakan? Haruskah selamanya cinta ini terhalang oleh dinding besar bagaikan tembok raksasa di China yang tidak akan rapuh selamanya? Allah, harus kepada siapa aku bertanya? Orang tua ku? Keluarga ku? Teman-teman ku? Yang ada aku hanya di ceramahi oleh mereka. Bantu aku ya Allah, berikanlah jawaban mu itu.             Aku sadar keluarga ku berdiri karena dilandasi pedoman agama. Begitu pun juga dia yang berpegang teguh dengan kitabnya. Satu point plus untuk kita berdua yang sama-sama taat beragama. Tapi bagaimana mungkin kita bersama jika hidup kita berpegang teguh karena agama. Aku yang tidak akan mungkin dan tidak akan pernah masuk ...

cinta

CINTA.. 5 huruf, 1 kata, banyak arti, itu terdiri dari aku dan kamu. Kadang cinta tak semudah membailkan telapak tangan. Tak semulus kulit orang korea dan tak seindah warna pelangi. Tapi cinta seperti benang kusut yang tak menemui ujung benangnya. Ya bisa di gambar kan seperti, aku cinta kamu, kamu cinta dia, dia cinta yang lain (?) Pernahkah kamu sadar selama ini aku hanya menjadi bayang semu dalam hidupmu? Bisa bersamamu saja itu merupakan hal yang tak terduga. Ingin menjadi bagian dalam hidupmu ku rasa tidak mungkin. Tapi sudah menjadi sebagian kecil dalam hidupmu ku rasa cukup. Ingin ku tanyakan, seberapa pentingkah hadir ku dalam hidupmu? Dan Ketika cinta harus pulang, ketika itu pula perasaan ini harus ku kubur. Karena ku rasa perasaan ini adalah HARAM. Perbedaan! Ya, itu yang menjadi alasan kuat dalam hati ini. Perbedaan yang sangat kuat, yang tidak bisa kita mengalah karena cinta. Aku tidak bisa ikut kamu, kamu tidak bisa ikut aku. Semoga kelak aku dan kamu yang tidak mu...

Inilah aku

Aku gadis yang tumbuh di keluarga yang sederhana. Lingkungan ku yang menjadikan ku sekarang seperti ini. Aku ditakdirkan menjadi seorang wanita. Tapi aku tumbuh di lingkungan yang banyak teman pria. Hingga aku sempat berpikir "mengapa jadi wanita itu susah? Sepertinya menjadi Laki itu mudah". Arah hidup ku yang mulai tak menentu untuk memilih pilihan hidup. Entah apa yang ku pikir selama ini, tapi inilah aku. Hingga suatu ketika cinta yang datang membuka batin ku. "Hai sadar kamu ini wanita. Mau sampai kapan kamu seperti ini?" Perlahan ku coba merubah diriku. Mencoba menjadi wanita seutuhnya seperti teman-temanku yang lain. Bukan hanya sikap, perintah Allah pun ku penuhi. Aku berhijab bukan karena cinta pada seseorang tapi ini cara ku menaati sebagai muslimah. Sifat ku yang dulu agak urakan pun sekrang berkurang walau kadang masih suka terbawa suasana hehehe. Tapi, karena cinta inilah yang benar-benar membuka mata ku menjadi wanita seutuhnya. Aku ingin memperbaiki...